Sekolah Rakyat Takalar Hampir Rampung, Siap Jadi Pusat Pendidikan Terpadu di Sulawesi Selatan

Narasitimur.online, Takalar—Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, kini memasuki tahap akhir penyelesaian.

Proyek yang dikerjakan oleh PT Nindya Karya (Persero) di Kelurahan Palleko, Kecamatan Polongbangkeng Utara, tersebut telah mencapai progres sekitar 80 persen dan ditargetkan segera siap digunakan sebagai pusat pendidikan terpadu bagi masyarakat.

Berdiri di atas lahan seluas 5,6 hektare, Sekolah Rakyat Takalar dirancang untuk melayani jenjang pendidikan mulai dari Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Kehadiran sekolah ini diharapkan mampu memperluas akses pendidikan berkualitas sekaligus menjadi salah satu proyek strategis dalam mendukung peningkatan sumber daya manusia di Sulawesi Selatan.

Berbagai fasilitas modern telah dibangun untuk menunjang proses belajar mengajar dan kehidupan siswa di lingkungan sekolah.

Di kawasan tersebut tersedia sembilan gedung asrama siswa dan siswi, dua rumah susun guru, kantin, dapur umum, gedung serbaguna, masjid, serta guest house.

Selain itu, fasilitas olahraga seperti lapangan mini soccer, lapangan basket, dan lapangan voli juga disiapkan guna mendukung pengembangan karakter, kesehatan, dan bakat peserta didik.

Di tengah tingginya aktivitas pembangunan, PT Nindya Karya tetap mengedepankan penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada setiap tahapan konstruksi.

Komitmen tersebut dilakukan untuk memastikan proses pembangunan berjalan aman, tertib, dan menghasilkan bangunan yang berkualitas sesuai standar yang telah ditetapkan.

Tak hanya menghadirkan manfaat di bidang pendidikan, proyek Sekolah Rakyat Takalar juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat sekitar.

Selama masa pembangunan, sekitar 800 tenaga kerja terlibat dalam proyek ini, termasuk sekitar 200 pekerja yang berasal dari Kabupaten Takalar dan wilayah sekitarnya. Keterlibatan tenaga kerja lokal menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat sekaligus peningkatan keterampilan di sektor konstruksi.

Aktivitas pembangunan turut menggerakkan perekonomian daerah melalui meningkatnya kebutuhan berbagai barang dan jasa pendukung proyek.

Pelaku UMKM, penyedia jasa, hingga masyarakat sekitar memperoleh peluang usaha yang berdampak pada peningkatan aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.

PT Nindya Karya menilai keberhasilan proyek tidak hanya diukur dari hasil fisik bangunan, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat selama proses pembangunan berlangsung.

Secara nasional, Sekolah Rakyat Takalar diproyeksikan menjadi salah satu model pengembangan pendidikan berbasis kawasan terpadu.

Dengan konsep sekolah berasrama dan fasilitas yang terintegrasi, sekolah ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, nyaman, dan berkelanjutan.

Kehadirannya menjadi investasi sosial jangka panjang yang diharapkan dapat mendorong kemajuan daerah, memperkuat pemerataan akses pendidikan, serta melahirkan generasi unggul yang siap menghadapi tantangan masa depan.(*)