Pengelola SPBU Palleko Buka Suara: “Kami Patuhi Semua Aturan!”

NARASI-TIMUR.ONLINE – Isu dugaan penyalahgunaan bahan bakar jenis solar di SPBU Palleko, Kabupaten Takalar, mendadak meledak di media sosial. Video dan unggahan yang beredar liar memantik spekulasi publik, bahkan memicu gelombang kecurigaan soal praktik distribusi yang disebut-sebut tak sesuai aturan.

Di tengah derasnya tudingan, pihak SPBU Palleko akhirnya angkat bicara.

Pengelola SPBU dengan tegas membantah seluruh narasi yang berkembang. Mereka memastikan bahwa penyaluran solar dilakukan sesuai prosedur resmi dan berada dalam pengawasan ketat, baik secara internal maupun oleh instansi terkait.

“Tidak ada penyimpangan seperti yang dituduhkan. Semua berjalan sesuai aturan yang berlaku,” tegas pihak pengelola saat dikonfirmasi.

Pihak SPBU juga menyayangkan viralnya informasi yang dinilai belum terverifikasi. Mereka menilai, potongan video atau narasi yang beredar berpotensi menyesatkan dan memperkeruh situasi di tengah masyarakat.

Lebih jauh, pengelola menjelaskan bahwa distribusi solar, khususnya yang bersubsidi, memiliki mekanisme pengawasan berlapis. Mulai dari sistem pencatatan hingga pengawasan langsung di lapangan, semuanya diklaim berjalan sesuai standar operasional.

“Pengawasan itu ketat. Tidak mungkin ada ruang untuk penyalahgunaan seperti yang dituduhkan,” tambahnya.

Meski bantahan telah disampaikan, polemik ini belum sepenuhnya reda. Sejumlah warga mendesak agar pihak berwenang turun langsung melakukan investigasi lapangan guna memastikan kondisi sebenarnya.

Dorongan transparansi pun menguat. Publik berharap ada penjelasan resmi dari otoritas terkait agar isu ini tidak berkembang liar dan menimbulkan keresahan berkepanjangan.

Di sisi lain, fenomena viralnya isu ini kembali menjadi pengingat akan pentingnya literasi informasi di era digital. Masyarakat diimbau untuk tidak mudah terpancing oleh konten yang belum jelas kebenarannya.

Kasus ini pun kini menjadi sorotan, bukan hanya soal dugaan penyalahgunaan solar, tetapi juga bagaimana informasi menyebar cepat tanpa verifikasi yang memadai.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak berwenang terkait hasil pengecekan di lapangan. Publik pun masih menunggu kejelasan—apakah isu ini sekadar kesalahpahaman, atau ada fakta lain yang belum terungkap.

Satu hal yang pasti, klarifikasi dari pihak SPBU menjadi babak awal dari polemik yang kini tengah jadi perhatian luas di Takalar.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *