NARASI-TIMUR.ONLINE, TAKALAR – Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye menghadiri sekaligus membuka kegiatan buka puasa bersama para kepala sekolah se-Kabupaten Takalar di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Takalar, Jalan Chaeruddin Daeng Ngampa No 3, Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Jumat (13/3/2026).
Kegiatan yang digelar bertepatan dengan 23 Ramadan 1447 Hijriah tersebut menjadi ajang silaturahmi antara pemerintah daerah dengan para tenaga pendidik dari berbagai jenjang pendidikan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kabag Forkopimda Takalar Amran Torada, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Takalar Rifany, Kepala Dinas Pertanian Takalar Parawansa, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Ahmad Rivai, serta para kepala sekolah dari jenjang Taman Kanak-Kanak hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).
kegiatan berlangsung Kompak dengan dominasi kostum serba putih yang dikenakan para undangan.
Sementara itu, Plt Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Takalar Rifany terlihat mengenakan pakaian serba abu-abu.
Bupati Takalar tiba di lokasi sekitar pukul 17.30 Wita.
Ia tampak mengenakan kemeja putih, peci hitam, dan celana hitam saat memasuki area kegiatan.
Kehadiran orang nomor satu di Takalar tersebut langsung disambut para kepala sekolah yang telah menunggu sejak sore hari.
Sebelum duduk di sofa berwarna cokelat yang telah disiapkan panitia, Daeng Manye terlebih dahulu menyalami satu per satu para undangan yang hadir.
Suasana keakraban pun terlihat ketika Bupati Takalar menyapa para kepala sekolah dari berbagai kecamatan di Kabupaten Takalar.
Dalam momen tersebut, Daeng Manye bahkan sempat mengabsen beberapa kepala sekolah yang hadir dari sejumlah wilayah di Takalar.
Kegiatan ini juga menjadi momentum evaluasi sekaligus penyemangat bagi para tenaga pendidik di Kabupaten Takalar.
Dalam sambutannya, Bupati Takalar memberikan apresiasi atas kerja keras para guru dan kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
“Kita tidak boleh kalah dengan daerah lain. Kalau daerah lain bisa, kenapa Takalar tidak bisa? Dan terbukti hari ini rapor pendidikan kita melalui indikator SPM, kita tertinggi di Sulawesi Selatan,” kata Daeng Manye disambut tepuk tangan para hadirin.
Ia menegaskan capaian tersebut bukan semata hasil kerja pemerintah daerah, melainkan hasil kerja kolektif seluruh tenaga pendidik di Takalar.
“Ini bukan kerja Bupati. Ini kerja Bapak dan Ibu sekalian. Saya hanya memberikan motivasi dan sedikit tekanan positif melalui kebijakan yang berpihak pada pendidikan,” ujarnya.
Menurutnya, para kepala sekolah dan guru merupakan garda terdepan yang mengeksekusi berbagai kebijakan pendidikan di lapangan.
Bupati Takalar juga mengingatkan para tenaga pendidik untuk tetap menjaga semangat kebersamaan dalam memajukan pendidikan di daerah.
“Oleh karena itu, jangan sampai ada yang memprovokasi atau mencoba menarik mundur semangat kita. Kita sudah berada di jalur yang benar, kita sudah on the right track,” jelasnya.
Ia juga menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan kesejahteraan para guru di Kabupaten Takalar.
“Mengenai hak-hak Bapak dan Ibu, tidak perlu ragu. Selama administrasinya beres, semua akan terbayarkan tepat waktu. Saya sudah perintahkan dinas dan keuangan untuk mengawal ini,” tegasnya.
Daeng Manye bahkan mengaku memiliki kedekatan emosional dengan profesi guru.
“Doa guru itu makbul. Saya tahu itu karena saya anak guru,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa satu bulan setelah menjabat sebagai Bupati Takalar, dirinya langsung melakukan evaluasi terhadap kondisi pendidikan di daerah tersebut.
Langkah itu dilakukan untuk memastikan setiap satuan pendidikan memahami instrumen rapor pendidikan dan arah peningkatan kualitas pembelajaran.
“Alhamdulillah setelah itu kita berbenah bersama-sama. Hari ini hasilnya bisa kita lihat bersama,” kata Daeng Manye.
Ia kembali menegaskan bahwa capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) pendidikan tertinggi di Sulawesi Selatan menjadi sejarah baru bagi Kabupaten Takalar.
“Maka hari ini kita buktikan bahwa pendidikan di Takalar bukan lagi nomor dua dari bawah, tapi nomor satu di Sulawesi Selatan,” ujarnya.
Bupati Takalar juga menitipkan masa depan generasi muda kepada para guru dan kepala sekolah.
Menurutnya, para pendidik memegang peranan penting dalam membentuk masa depan daerah.
“Saya titip anak-anak kita kepada Bapak dan Ibu semua. Mereka adalah masa depan Takalar,” katanya.
Menjelang waktu berbuka, suasana kegiatan semakin hangat dengan doa bersama yang dipanjatkan seluruh hadirin.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Takalar Rifany menjelaskan alasan dirinya tidak mengenakan kostum serba putih seperti peserta lainnya.
Ia mengatakan sejak pagi telah menghadiri sejumlah kegiatan berbeda sehingga harus beberapa kali mengganti pakaian.
“Sebenarnya saya sudah tiga kali ganti baju putih hari ini karena menghadiri kegiatan OPD, pembagian takjil, dan sekarang buka puasa. Jadi akhirnya saya pakai yang ini,” ujar Rifany.
Ia menilai kegiatan buka puasa bersama tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah dengan para kepala sekolah di Takalar.
Setelah kegiatan selesai, Bupati Takalar meninggalkan lokasi sekitar pukul 19.30 Wita.
Selanjutnya, Daeng Manye bertolak menuju Kantor Bupati Takalar untuk melakukan audiensi dengan pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Takalar.(*)

