NARASI-TIMUR.ONLINE, TAKALAR – Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye mengungkap lima persoalan petani rumput laut. Hal itu disampaikan dalam sosialisasi digitalisasi dan praktik bisnis berkelanjutan di Desa Sanrobone, Rabu (23/9/2026).
Daeng Manye mengatakan Takalar memiliki garis pantai sekitar 74 kilometer. Sentra rumput laut berada di Sanrobone, Mappakasunggu, Galesong, dan kepulauan Tanakeke.
Menurutnya, lima persoalan tersebut meliputi akses modal dan pasar, harga yang fluktuatif, penyakit rumput laut, pengeringan tradisional, serta bibit.
“Yang kedua, harga ini selalu fluktuatif. Pada saat harganya turun, kesulitan untuk membayar pinjaman,” kata Daeng Manye.
Ia menjelaskan penyakit rumput laut dapat menurunkan kualitas karagenan dan harga jual. Pengeringan di pinggir jalan juga berisiko membuat rumput laut tercampur pasir.
Untuk persoalan bibit, sebagian petani masih menggunakan bibit secara turun-temurun. Penggunaan bibit melalui kultur jaringan dinilai belum optimal.
Di sisi lain, digitalisasi dinilai membantu petani memperoleh informasi harga secara cepat. Aplikasi tersebut juga dapat mencatat produksi, penjualan, dan pinjaman petani.

