NARASI-TIMUR.ONLINE, TAKALAR – Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye mematangkan persiapan Festival Pondok Pesantren se-Kabupaten Takalar 2026. Persiapan dibahas dalam rapat di Rumah Jabatan Bupati Takalar, Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang, Rabu (7/10/2026).
Festival yang digelar pada 22-24 Oktober 2026 di Lapangan Upacara Kantor Bupati Takalar itu merupakan gagasan Daeng Manye untuk memperingati Hari Santri Nasional. Sebanyak 24 pondok pesantren akan terlibat dalam kegiatan yang menggabungkan kompetisi, kreativitas, dan kolaborasi.
Ketua Panitia sekaligus Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Takalar, Dody Ryan Saputra, mengatakan festival mengusung tema “Bergerak Bersama Santri Menuju Takalar Maju dan Berdaya Saing”. Rangkaian kegiatan mencakup apel dan pawai Hari Santri, lomba nasyid, penampilan bebas, kreasi konten digital, pameran pesantren, serta seminar.
EO dari Pondok Pesantren Nurul Assafa, Zakriadi, menjelaskan lomba nasyid mengharuskan peserta membawakan lagu Ya Nabi Salam Alaika dengan durasi maksimal tujuh menit. Pesantren juga diberi kesempatan menampilkan ciri khas masing-masing melalui pertunjukan seni, budaya, dan konten digital bertema Islami.
Pawai Hari Santri dijadwalkan berlangsung pada hari pertama, 22 Oktober, dengan minimal 20 peserta dari setiap pesantren. Artinya, sedikitnya 480 santri berpotensi mengikuti pawai. Sebanyak 24 booth pameran juga akan ditempatkan di sekitar panggung utama untuk memperkenalkan produk dan ciri khas masing-masing pesantren.
Dody mengatakan lomba konten digital dirancang sesuai arahan Bupati Takalar agar rutinitas santri dan kehidupan di lingkungan pondok dapat diperkenalkan kepada masyarakat. “Sesuai arahan Bupati, rutinitas di pondok pesantren juga bisa sekaligus menjadi ruang untuk mempromosikan masing-masing lingkungan yang ada di pesantrennya,” kata Dody.
Pada hari kedua, panitia melanjutkan penilaian konten digital, lomba nasyid, penampilan bebas, dan booth pameran. Hari ketiga diisi seminar bersama pimpinan pondok pesantren di Sulawesi Selatan, dilanjutkan penyelesaian lomba dan pengumuman pemenang. Panitia juga menyiapkan piala bergilir dengan desain ikonik yang menampilkan ciri khas Kabupaten Takalar.

