Profil Rahmansyah Lantara, Dari Sekretaris Camat hingga Dipercaya Memimpin Bapperida Takalar

NARASI-TIMUR.ONLINE TAKALAR – Berawal dari seorang Sekretaris Camat di Kabupaten Bantaeng pada 1999, Drs. Rahmansyah Lantara, M.Si kini dipercaya memimpin Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Takalar.

Perjalanan kariernya di birokrasi berlangsung lebih dari dua dekade dengan pengalaman di berbagai organisasi perangkat daerah.

Pria kelahiran Pangkep, 6 November 1970 itu dikenal sebagai birokrat yang mengedepankan disiplin, integritas, dan profesionalisme dalam menjalankan amanah.

Masa kecil Rahmansyah berlangsung singkat di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan.

Saat usianya menginjak empat tahun, ia mengikuti orang tuanya pindah ke Kabupaten Bantaeng karena sang ayah, Lantara Daeng Sassa, yang merupakan anggota Polri, mendapat penugasan baru.

Rahmansyah mengatakan sosok kedua orang tuanya menjadi inspirasi terbesar dalam perjalanan hidupnya.

“Ibu saya mengajarkan nilai kesabaran dan kesungguhan dalam belajar serta bekerja keras. Sementara bapak menanamkan nilai kedisiplinan sejak dini,” ujarnya.

Perjalanan pendidikan Rahmansyah dimulai di SD Negeri Nomor 1 Lembang Cina, Kabupaten Bantaeng dan lulus pada 1983.

Ia kemudian melanjutkan pendidikan di SMP IMMIM Makassar hingga tamat pada 1986.

Selanjutnya, Rahmansyah menempuh pendidikan di Pesantren Modern IMMIM Tamalanrea Makassar dan menyelesaikan pendidikan menengah atas pada 1989.

Setelah lulus SMA, ia mengikuti seleksi Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) Jatinangor.

Menurut Rahmansyah, awalnya ia hanya menemani seorang sahabat mendaftar di STPDN.

Namun setelah melalui seleksi administrasi, kesehatan, akademik, psikotes, hingga wawancara, ia justru dinyatakan lulus sebagai praja STPDN.

Baginya, kehidupan di STPDN membentuk karakter disiplin, kebersamaan, dan jiwa nasionalisme.

“Kehidupan yang sangat teratur dalam bingkai kebersamaan dan jiwa korsa mempersatukan praja dari berbagai latar belakang agama, adat, dan budaya untuk memupuk jiwa nasionalisme demi tegaknya NKRI,” katanya.

Rahmansyah kemudian melanjutkan pendidikan di Institut Ilmu Pemerintahan Jakarta.

Ia selanjutnya meraih gelar Magister Ilmu Pemerintahan di Universitas Padjadjaran Bandung.

Menurutnya, nilai disiplin, etika, integritas, dan profesionalisme menjadi bekal utama dalam menjalankan tugas sebagai aparatur sipil negara.

Karier birokrasinya dimulai sebagai Sekretaris Camat Bantaeng pada 1999.

Setelah itu, ia dipercaya menjabat Kepala Sub Bidang pada Bappeda Kabupaten Bantaeng.

Pada 2008, Rahmansyah berpindah tugas ke Kabupaten Takalar.

Di Takalar, ia pernah menjabat Kepala Sub Bidang Bappeda, Kepala Bidang Bappeda, Sekretaris Bappeda, Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP dan Damkar, Sekretaris BKPSDM, Kepala BKPSDM, hingga Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah.

Pengalaman tersebut kemudian mengantarkannya dilantik sebagai Kepala Bapperida Kabupaten Takalar pada 20 Oktober 2025 oleh Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye.

Selama menjadi ASN, Rahmansyah mengaku salah satu pengalaman yang paling membanggakan adalah saat mewakili Indonesia dalam pelatihan Participatory Local Social Development (PLSD) di Kota Nagoya, Jepang, pada 2012.

Ia menjadi satu-satunya peserta yang mewakili Pemerintah Indonesia dalam program tersebut.

Sebagai Kepala Bapperida, Rahmansyah menargetkan seluruh program pembangunan daerah berjalan sesuai visi pemerintah daerah.

“Target utama kami adalah mengawal visi dan misi Bupati yang tertuang dalam RPJMD agar dapat tercapai sesuai target dan waktu yang telah ditentukan,” ujarnya.

Ia mengakui penyusunan perencanaan pembangunan memiliki sejumlah tantangan.

Menurutnya, keterbatasan kapasitas sumber daya manusia perencana, data sektoral yang belum sepenuhnya mutakhir, serta keterbatasan sarana dan prasarana masih menjadi pekerjaan yang harus diselesaikan.

Dalam Talkshow Takalar Cepat Menyapa di Studio SLiBE FM, Selasa (28/7/2026), Rahmansyah kembali menegaskan pentingnya koordinasi antarlembaga.

“Dibutuhkan kerja sama, kesatuan data, koordinasi, dan sinergi. Ketika kami meminta data, tidak sama kecepatannya antara satu instansi dengan instansi lainnya. Itu menjadi tantangan yang harus diselesaikan,” katanya.

Untuk mempercepat sinkronisasi data, Bapperida terus berkoordinasi dengan seluruh perangkat daerah, instansi vertikal, serta Badan Pusat Statistik Kabupaten Takalar.

Selain itu, Bapperida juga sedang menyiapkan aplikasi digital yang mengintegrasikan proses perencanaan, penganggaran, penatausahaan, pelaksanaan, pengadaan, pengendalian, hingga evaluasi pembangunan.

Dalam memimpin organisasi, Rahmansyah mengedepankan keteladanan.

Ia juga memberi ruang kepada seluruh pegawai untuk berkembang dan melahirkan inovasi.

“Prinsip saya dalam bekerja yakni bekerja dengan ikhlas, sabar, dan bersyukur atas hasil yang diperoleh,” tuturnya.

Rahmansyah menilai pengembangan teknologi digital, sektor pertanian, perikanan, UMKM, peningkatan pendapatan asli daerah, pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, pengembangan sumber daya manusia, serta mewujudkan wilayah yang bersih, indah, sehat, dan nyaman menjadi prioritas pembangunan Takalar lima tahun mendatang.

Ia berharap generasi muda ikut berkontribusi dalam pembangunan daerah.

“Saya berharap para pemuda dapat mengambil peran dalam setiap tahapan pembangunan mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan. Gagasan dan ide dari pemuda menjadi instrumen penting dalam mengatasi isu-isu kekinian,” ujarnya.

Di luar aktivitas pemerintahan, Rahmansyah memiliki hobi memelihara kucing dan burung.

Ia juga gemar melakukan perjalanan ke berbagai daerah untuk mendapatkan suasana baru di sela kesibukan bekerja.

Bagi Rahmansyah, pengabdian sebagai aparatur sipil negara adalah jalan untuk memberi manfaat.

“Bagi saya, pengabdian terbaik adalah sejauh mana kita bisa memberikan manfaat kepada orang lain dan alam semesta. ASN merupakan pilihan hidup untuk kemaslahatan di dunia dan akhirat,” tuturnya.

Ia pun mengajak seluruh masyarakat menjaga semangat persatuan dalam membangun Kabupaten Takalar.

“Dalam membangun daerah mari kita bersatu dalam bingkai Sipakatau dan Sipakalabbiri. Tanah ini tanah pejuang yang melahirkan dua Pahlawan Nasional dan bukan tanah yang tertinggal dari daerah lain,” pungkasnya.

Profil Singkat

Nama: Drs. Rahmansyah Lantara, M.Si.

Tempat/Tanggal Lahir: Pangkep, 6 November 1970

Pangkat/Golongan: Pembina Utama Muda (IV/c)

Jabatan: Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Takalar

Riwayat Pendidikan

– SD Negeri Nomor 1 Lembang Cina, Bantaeng (1983)
– SMP IMMIM Makassar (1986)
– Pesantren Modern IMMIM Tamalanrea Makassar (1989)
– STPDN Jatinangor
– Institut Ilmu Pemerintahan Jakarta
– Magister Ilmu Pemerintahan Universitas Padjadjaran Bandung

Perjalanan Karier

– Sekretaris Camat Bantaeng (1999)
– Kepala Sub Bidang Bappeda Kabupaten Bantaeng
– Kepala Sub Bidang Bappeda Kabupaten Takalar
– Kepala Bidang Bappeda Kabupaten Takalar
– Sekretaris Bappeda Kabupaten Takalar
– Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP dan Damkar Kabupaten Takalar
– Sekretaris BKPSDM Kabupaten Takalar
– Kepala BKPSDM Kabupaten Takalar
– Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Takalar
– Kepala Bapperida Kabupaten Takalar (20 Oktober 2025-sekarang)

Prestasi

– Satu-satunya wakil Pemerintah Indonesia pada pelatihan Participatory Local Social Development (PLSD) di Kota Nagoya, Jepang, tahun 2012.

 

Keterangan Foto:
PROFIL KEPALA BAPPERIDA TAKALAR – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Takalar, Drs. Rahmansyah Lantara, M.Si saat ditemui Tribun-Timur.com di ruang kerjanya, Kantor Bapperida, Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Rabu (29/7/2026). Dalam wawancara tersebut, Rahmansyah berbagi kisah perjalanan hidup, karier birokrasi, serta komitmennya mengawal perencanaan pembangunan daerah berbasis data dan inovasi.